Maret 2025 akan menjadi salah satu bulan yang sangat menarik bagi para pengamat astronomi, dengan adanya beberapa fenomena langit yang menakjubkan. Diantara peristiwa yang paling dinanti adalah Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada 14 Maret 2025, dimana bulan akan tampak memerah akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Selain itu, akan terjadi juga peristiwa elongasi terbesar Planet Merkurius pada tanggal 8 Maret 2025 yang akan memberikan kesempatan bagi para pengamat astronomi untuk melihat planet terdekat dengan matahari ini dengan cukup jelas di malam hari. Fenomena-fenomena ini, bersama dengan Ekuinoks Maret, Bulan Baru, dan Gerhana Matahari Sebagian yang akan menghiasi langit dan memberikan pengalaman yang menakjubkan bagi para astronom di seluruh dunia. Berikut ini merupakan peristiwa-peristiwa astronomi yang akan terjadi pada bulan Maret: Merkurius Pada Elongasi Timur Terbesar ( 8 Maret 2025 ) Source: https://i0.wp.com/langitselatan...
hdj Menelisik Jejak Webinar O ASA “ Optimalisasi Teknologi OASA di Masa Pandemi dalam Lingkungan Akademik ” Surabaya, 2 September 2021. El-Falaky. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya baru saja meresmikan Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) pada tanggal 9 April 2021 . OASA saat ini menjadi tempat praktik pembelajaran hilal bagi seluruh mahasiswa program studi Ilmu Falak di UIN Sunan Ampel Surabaya . Tidak hanya itu , OASA juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran pengamatan benda-benda langit. Tahu gak sihh... Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Falak UINSA itu? Yaitu organisasi yang berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan minat bagi Mahasiswa Ilmu Falak di lingkup internal Fakultas Syariah dan Hukum UINSA itu lohh. Salah satu d epartemen yang ada di dalamnya adalah Departemen Intelektual yang dibentuk untuk mengembangkan sumber daya mahas...
Source: Wikipedia Pada bulan November 2025, langit malam akan dihiasi oleh beberapa fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan, yuk simak beberapa peristiwa utama yang akan terjadi 1. Hujan Meteor Taurid (4-5 November) Hujan meteor Taurid sebagai hujan meteor minor yang berlangsung lama, menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam. Uniknya, hujan meteor ini terdiri dari dua aliran terpisah: satu berasal dari debu Asteroid 2004 TG10 , dan yang lainnya dari puing-puing Komet 2P Encke . Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada malam 4 November hingga dini hari 5 November 2025. Meskipun jumlah meteornya tidak banyak, Taurid sering menampilkan bola api terang yang spektakuler, menjadikannya tontonan menarik bagi pengamat langit. Meski hujan meteor Taurid tidak menghasilkan banyak meteor per jam, namun dikenal dengan kemunculan bola api terang dan spektakuler yang memberikan pemandangan menakjubkan di langit malam. 2. Supermoon (5 November) Pada 5 November 2025...
Komentar
Posting Komentar